Metode Setter dan Getter dalam PHP OOP
Setter dan Getter adalah metode yang digunakan dalam Object-Oriented Programming (OOP) untuk mengatur dan mengambil nilai dari properti (atau atribut) objek. Dalam PHP, setter dan getter dapat didefinisikan sebagai method khusus yang memungkinkan pengguna untuk mengatur dan mengambil nilai dari properti objek yang diinginkan.
Setter digunakan untuk mengatur nilai properti objek, sementara getter digunakan untuk mengambil nilai properti objek. Setter biasanya didefinisikan dengan nama “setNamaProperti” dan getter didefinisikan dengan nama “getNamaProperti”.
Berikut adalah contoh sederhana penggunaan setter dan getter dalam PHP:
Dalam contoh di atas, kita memiliki kelas “Mobil” yang memiliki properti “merk”. Kita membuat objek dari kelas “Mobil” dengan nama $mobil1 dan menggunakan method setMerk untuk mengatur nilai properti “merk” menjadi “Toyota”. Kemudian kita menggunakan method getMerk untuk mengambil nilai properti “merk” dari objek $mobil1 dan mencetaknya menggunakan fungsi echo.
Dengan menggunakan setter dan getter, kita dapat memastikan bahwa nilai properti objek hanya diakses dan dimodifikasi dengan cara yang aman dan terkontrol. Hal ini dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan aplikasi yang menggunakan OOP PHP.
Berikut adalah contoh penggunaan setter dan getter dalam dua kelas (class) yang saling berhubungan:
class Mahasiswa {
private $nama;
private $nim;
public function getNama() {
return $this->nama;
}
public function setNama($nama) {
$this->nama = $nama;
}
public function getNim() {
return $this->nim;
}
public function setNim($nim) {
$this->nim = $nim;
}
}
class Dosen {
private $nama;
private $nidn;
public function getNama() {
return $this->nama;
}
public function setNama($nama) {
$this->nama = $nama;
}
public function getNidn() {
return $this->nidn;
}
public function setNidn($nidn) {
$this->nidn = $nidn;
}
}
Dalam contoh di atas, kita memiliki dua kelas yaitu “Mahasiswa” dan “Dosen”. Setiap kelas memiliki properti nama (name) dan properti yang unik untuk setiap kelasnya. Selain itu, kelas “Dosen” memiliki method “mengajar” yang menerima objek dari kelas “Mahasiswa” sebagai parameter.
Kita membuat objek dari kelas “Mahasiswa” dengan nama $mahasiswa1 dan menggunakan method setNama dan setJurusan untuk mengatur nilai properti “nama” dan “jurusan”. Selanjutnya, kita membuat objek dari kelas “Dosen” dengan nama $dosen1 dan menggunakan method setNama dan setMatkul untuk mengatur nilai properti “nama” dan “matkul”.
// Membuat objek Mahasiswa
$mhs = new Mahasiswa();
$mhs->setNama(“John Doe”);
$mhs->setNim(“12345”);
// Menggunakan getter
echo “Nama Mahasiswa: ” . $mhs->getNama() . “<br>”; // Output: Nama Mahasiswa: John Doe
echo “NIM Mahasiswa: ” . $mhs->getNim() . “<br>”; // Output: NIM Mahasiswa: 12345
// Menggunakan setter
$mhs->setNama(“Jane Smith”);
$mhs->setNim(“54321”);
// Menggunakan getter setelah perubahan
echo “Nama Mahasiswa: ” . $mhs->getNama() . “<br>”; // Output: Nama Mahasiswa: Jane Smith
echo “NIM Mahasiswa: ” . $mhs->getNim() . “<br>”; // Output: NIM Mahasiswa: 54321
// Membuat objek Dosen
$dosen = new Dosen();
$dosen->setNama(“Dr. Johnson”);
$dosen->setNidn(“98765”);
// Menggunakan getter
echo “Nama Dosen: ” . $dosen->getNama() . “<br>”; // Output: Nama Dosen: Dr. Johnson
echo “NIDN Dosen: ” . $dosen->getNidn() . “<br>”; // Output: NIDN Dosen: 98765
// Menggunakan setter
$dosen->setNama(“Prof. Smith”);
$dosen->setNidn(“56789”);
// Menggunakan getter setelah perubahan
echo “Nama Dosen: ” . $dosen->getNama() . “<br>”; // Output: Nama Dosen: Prof. Smith
echo “NIDN Dosen: ” . $dosen->getNidn() . “<br>”; // Output: NIDN Dosen: 56789
Kemudian, kita menggunakan method mengajar pada objek $dosen1 dan mengirimkan objek $mahasiswa1 sebagai parameter. Di dalam method mengajar, kita menggunakan getter untuk mengambil nilai properti “nama” dan “jurusan” dari objek $mahasiswa1 dan nilai properti “matkul” dari objek $dosen1. Kemudian, kita mencetak hasilnya menggunakan fungsi echo.
baca artikel lainnya di AMUOFFICIAL.NET