Hari Raya Idul Fitri 1441 H / 2020 M di Tengah Pandemi
Oleh : Ahmad Mubarok
Assalamulaikum warahmatulloh wabarakatuh
amuofficial.net, Karawang – Suasana Idul fitri 1441 H/2020 masehi ini akan terasa sangat bebeda dengan tahun-tahun sebelumnya seiring masih berlangsungnya pandemi COVID-19 yang belum usai. Banyak sekali protokol kesehatan yang harus kita taati untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Langkah pemerintah yang membuat anjuran untuk stay at home mulai dari bekerja, belajar dan beribadah dan social distancing bahkan sampai dengan pembatasam sosial skala besar. Hal tersebut merupakan ikhtiar kita bersama untuk mencegah penyebaran COVID-19 lebih luas lagi.
Suasana lebaran yang seyogyanya kita melakukan berbagai aktifitas seperti mudik, berkumpul dengan sanak saudara, bertemu kawan-kawan dikampung halaman yang hanya bertemu satu tahun sekali dan sholat idul fitri di masjid, semua itu sepertinya tidak bisa kita lakukan di tahun ini. Terasa sekali sedihnya, namun itu semua tidak boleh kita berpatah semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah kita serta melonggarkan silaturrahmi.

Saya pribadi, merasa cukup sedih karena tahun ini untuk pertama kali saya harusnya berlebaran dengan alifa putri saya yang baru berusia 8 bulan, namun apa daya tahun ini saya tinggal sendiri di karawang dan keluarga besar termasuk anak dan istri saya di Ciamis Jawa Barat.
New Lebaran mau tidak mau harus kita jalani. Mungkin ini saatnya kita kembali memahami makna lebaran yang hakiki, makna idul fitri yang sesungguhnya.kita kembali fitrah dan diampuni dosa-dosa Aamiin. Memang terasa cukup berat yaa.. tapi secara psikologi kita harus menerima situas ini, jika semakin menyangkal maka akan semakin sulit untuk menerimanya.
Berikut makna idul fitri yang saya kutip dari islampos.com :
Ibnu Rajab pernah berkata, ‘(Kebahagiaan) Ied, bukanlah untuk siapa saja yang memakai baju baru. Tapi (kebahagiaan) ied itu diperuntukkan bagi siapa saja yang bertambah ketaatannya.
(Kebahagiaan) Ied, bukanlah untuk siapa saja yang memperindah pakaian dan kendaraan nya, akan tetapi (kebahagiaan) ied itu bagi siapa saja yang diampuni dosa-dosanya.
Pada malam ied terpisahkanlah hamba-hamba yang terbebas (dari neraka) dan mendapatkan ampunan (dari hamba-hamba yang tidak mendapatkan keutamaan ini).

Maka, siapa saja yang mendapatkan keutamaan ini maka baginya (kebahagiaan) pada hari ied, dan siapa saja yang tidak mendapatkannya maka dia tertolak dengan jauh (dari kebahagiaan pada hari ied)
Agar lebaran ini penuh warna, rekan boleh coba tips dibawah ini:
1. Janjian video call dengan keluarga besar
2. Janjian memakai kostum saat video call
3. Mengirim barang spesial
4. Memasak masakan spesial lebaran
5. Berbagi kepada orang yang membutuhkan