Jangan Sampai Terlewatkan Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Ramadhan

Share to

Do’a 10 hari pertama bulan Ramadhan – alhamdulillah wa syukurillah kita sudah memasuki bulan yang paling agung, bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh semua umat muslim didunia, bulan yang penuh ampunan, bulan dimana terdapat malam seribu bulan, bulan dimana waktu diturunkannya Al-Qur’an.

Sepanjang hari baik,  siang dan malam ibadah kita dicatat dengan pahala yang berlipat-lipat. Salah satunya dalam 10 hari pertama bulan Ramadhan, Banyak keistimewaan, ibadah, dan amalan yang dapat dilakukan di 10 hari pertama Ramadan. Meski berat lantaran tubuh yang harus beradaptasi terhadap kebiasaan baru di bulan Ramadan, namun umat Islam pun dapat memperoleh banyak kebaikan di dalamnya.

Daftar isi :

    1. Terbukanya Pahala saat Bertadarus
    2. Bulan Penuh Rahmat
    3. Penuh Petunjuk dari Allah SWT
    4. Waktu yang Mustajab Untuk Berdo’a
    5. Do’a 10 Hari pertama Bulan Ramadhan
    6. Do’a Hari ke 1
    7. Do’a Hari ke 2
    8. Do’a Hari ke 3
    9. Do’a Hari ke 4
    10. Do’a Hari ke 5
    11. Do’a Hari ke 6
    12. Do’a Hari ke 7
    13. Do’a Hari ke 8
    14. Do’a Hari ke 9
    15. Do’a Hari ke 10

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah r.a., Nabi s.a.w. bersabda: “Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah berlalu”. (Hadis Shahih, riwayat al-Bukhari: 37 dan Muslim: 1266).

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Surat Al Baqarah ayat 183)

Doa Ramadhan

Banyak keutamaan 10 hari pertama bulan Ramadan. Beberapa di antara adalah sebagai berikut,

Terbukanya Pahala saat Bertadarus

Seperti yang kita ketahui bahwa Bulan Ramadan merupakan momen saat kitab suci Alquran diturunkan kepada Rasulullah dan menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat Islam. Amalan yang sangat baik dilakukan saat berpuasa adalah amalan membaca Alquran juga senantiasa terus dikerjakan.

Selain mendapatkan pahala, bertadarus juga dapat menjadi sarana untuk kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagaimana Allah SWT berfiman dalam QS. Al Baqarah berikut,

“Di antara amal kebajikan yang sangat dianjurkan dilakukan di bulan Ramadan adalah tadarus Al-Quran. Tadarus Al-Quran berarti membaca, merenungkan, menelaah, dan memahami wahyu-wahyu Allah SWT yang turun pertama kali pada malam bulan Ramadan.” (QS. Al Baqarah ayat 185).

Bulan Penuh Rahmat

Di bulan Ramadan, Allah SWT limpahkan begitu banyak berkah, ampunan, dan rahmat bagi siapa saja yang mengejarnya. Di 10 hari pertama Ramadan, pintu rahmat Allah SWT akan senantiasa mulai terbuka bagi hamba-Nya. Seraya dalam hadist riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Awal bulan Ramadan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka). “

Penuh Petunjuk dari Allah SWT

Selain ampunan dan rahmat, siapa pun yang mengerjakan amal salih di bulan Ramadan akan mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Dalam 10 hari pertama bulan Ramadan, ada banyak ibadah dan amalan yang dapat dikerjakan.

Keberuntungan dan kebaikan pun senantiasa akan didapat oleh orang yang menjalankan puasa di hari 10 pertama.

Waktu yang Mustajab Untuk Berdo’a

Salah satu waktu yang tepat bagi hamba-Nya untuk berdoa kepada Allah SWT adalah bulan suci Ramadhan. Di antara waktu yang tepat tersebut adalah di saat berpuasa, waktu makan sahur, dan saat terdengar adzan. Dalam 10 hari pertama, ada baiknya untuk terus berdoa serta berzikir mengingat Allah SWT.

doa ramadhan

Do’a 10 Hari pertama Bulan Ramadhan

Dikutip dari NU Online, berikut beberapa doa dari 10 hari pertama Ramadan yang bisa dilafalkan berdasarkan sunah Rasulullah yang diriwayatkan dalam hadist.

Doa Hari Pertama

Allahuma sallimni li Ramadhana, wa sallim Ramadhana li, wa sallimhu minni (HR. At-Thabarani dan Ad-Dailami).

Artinya:

“Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) Bulan Ramadan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadan untukku dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di bulan Ramadan.”

Doa Hari Kedua

Allâhumma qarribnî fîhi ilâ mardhâtika, wa jannibnî fîhi minsakhatika wa naqimâtika, wa waffiqnî fîhi liqirâati âyâtika birahmatika yâ Arhamar râhimîn.

Artinya: “Ya Allah, dekatkanlah aku di bulan ini dari ridha-Mu, hindarkanlah aku di bulan ini dari kemurkaan-Mu, dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca ayat-ayat (kitab)-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.”

Doa Hari Ketiga

Allâhummarzuqnî fîhidz dzihna wattanbîh, wa bâ’idnî fîhi minas safâhati wattamwîh, waj’allî nashîban min kulli khyarin tunzilu fîhi, bijûdika yâ Ajwadal ajwadîn.

Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kecerdasan dan kesadaran diri, jauhkanlah aku di bulan ini dari ketololan dan kesesatan, dan limpahkanlah kepadaku sebagian dari setiap kebajikan yang Engkau turunkan di bulan ini. Dengan kedermawanan-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Dermawan dari para dermawan.”

Doa Hari Keempat

Allâhumma qawwinî fîhi ‘alâ iqâmati amrika, wa adziqnî fîhi halâwata dzikrika, wa awzi’nî fîhi liadâi syukrika bikaramika, wahfazhnî fîhi bihifzhika wa satrika, yâ Absharan nâzhirîn.

Artinya: “Ya Allah, kuatkanlah diriku di bulan ini untuk melaksanakan perintah-Mu, anugerahkan kepadaku di bulan ini kemanisan mengingat-Mu, dengan kemurahan-Mu berikanlah kesempatan kepadaku di bulan ini untuk bersyukur kepada-Mu demi kemurahan-Mu, dan dengan penjagaan dan tirai-Mu jagalah diriku di bulan ini, wahai Dzat Yang Lebih Melihat dari orang-orang yang melihat.”

Doa Hari Kelima

Allâhummaj’alnî fîhi minal mustaghfirîn, waj’alnî fîhi min ‘ibâdikash shâlihînal qânitîn, waj’alnî fîhi min awliyâikal muqarrabîn, bira’fatika yâ Arhamar râhimîn.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang memohon pengampunan, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan para kekasih-Mu yang dekat dengan-Mu. Dengan kasih sayang-mu wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.”

Doa Hari Keenam

Allâhumma lâ takhdzulnî fîhi lita’arrudhi ma’shiyatika, wa lâ tadhribnî bisiyâthi naqimika, wa zahrihnî fîhi min mûjibâti sakhatika, bimannika wa âyâtika yâ Muntahâ raghbatir râghibîn.

Artinya: “Ya Allah, jangan Kau hinakan aku di bulan ini karena keberanianku bermaksiat kepada-Mu, jangan Kau cambuk aku dengan cambuk kemurkaan-Mu dan jauhkanlah aku dari (segala perbuatan) yang menyebabkan murka-Mu. Dengan anugerah dan kekuasaan-Mu wahai Puncak Harapan para pengharap.”

Doa Hari Ketujuh

Allâhumma a’innî fîhi ‘alâ shiyâmihi wa qiyâmihi, wajadzdzibnî fîhi min hafawâtihi wa âtsâmhi, warzuqnî fîhi dzikraka bidawâmihi, wa bitawfîqika yâ Hâdil mudhillîn.

Artinya: “Ya Allah, bantulah aku di bulan ini dalam melaksanakan puasa dan ibadah, jauhkanlah aku di bulan ini dari kesalahan dan doa-dosa (yang tidak pantas dilaksanakan) di dalamnya, dan anugerahkanlah kepadaku di bulan ini (kesempatan untuk) mengingat-Mu untuk selamanya dengan taufik-Mu, wahai penunjuk jalan orang-orang yang sesat.

Doa Hari Kedelapan

Allâhummarzuqnî fîhi rahmatal aytâm, wa ith’âmath tha’âm, wa ifsyâas salâm, wa shuhbatal kirâm, bithawlika yâ Malja-al âmilîn.

Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini untuk mengasihani anak-anak yatim, memberi makan, menebarkan salam dan bersahabat dengan orang-orang mulia. Dengan keutamaan-Mu, wahai Tempat Bernaung orang-orang yang berharap.”

Doa Hari Kesembilan

Allâhummaj’allî fîhi nashîbam mir rahmatikal wâsi’ah, wadinî fîhi libarâhînikas sâthi’ah, wa khudz binâshiyatî ilâ mardhâtikal jâmi’ah, bimahabbatika yâ Amalal musytâqîn.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kepadaku di bulan sebagian dari rahmat-Mu yang luas, tunjukanlah aku di bulan ini kepada tanda-tanda-Mu yang terang, dan tuntunlah aku kepada ridha-Mu yang maha luas. Dengan cinta-Mu wahai harapan orang-orang yang rindu.”

Doa Hari Kesepuluh

Allâhummaj’anî fîhi minal mutawakkilîna ‘alayka, waj’alnî fîhi minal fâizîna ladayka, waj’alnî fîhi minal muqarrabîna ilayka, bi-ihsânika yâ Ghâyatath thâlibîn.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang bertawakal kepada-Mu, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang jaya di haribaan-Mu, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang telah dekat kepada-Mu. Dengan kebaikan-Mu wahai tujuan orang-orang yang berharap”

 

Sumber : Merdeka.com nu.or.id

Related Posts

5 Tips Mudik Lebaran Tahun ini

Share to

Share to5 Tips Menabung Saat Mudik Lebaran Mudik Lebaran adalah waktu bagi banyak orang Indonesia untuk melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman mereka untuk merayakan Idul Fitri…

idul fitri 2023

Persiapan Idul Fitri 2023: Kiat dan Ide

Share to

Share toSekilas Tentang Idul Fitri Idul Fitri 2023 adalah hari libur besar dalam kalender Islam, menandai akhir Ramadhan dan waktu perayaan bagi umat Islam di seluruh dunia….

pondok pesantren lirboyo kediri sejarah singkat

Share to

Share toBerdirinya Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dibangun oleh KH. Abdul Karim yang pada awalnya bertempat tinggal di Dusun Lirboyo di tahun 1910 M….

Keutamaan hari arafah bagi umat islam

Share to

Share toMengulas keutamaan hari arafah Dalam postingan ini, ijinkan penulis untuk sedikit mengulas mengenai tentang hari arafah yang kebetulan di Indonesia untuk tahun 1443 H yang bertepatan…

Puasa ramadhan tidak sholat! Bagaimana Hukumnya?

Share to

Share toPuasa Ramadhan Sholat Wajib – Puasa Ramadhan wajib hukumnya bagi semua orang beriman, sama seperti hal nya sholat fardu yang selalu kita lakukan. Mungkin pernah kita…

Gema Takbir Idul Fitri 1441 H / 2020 M

Share to

Share toGema takbir dalam masa pandemi covid-19 Takbiran 2020 Spesial Takbiran di masa Pandemi – Idul Fitri 1441 H تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ…