Perbedaan Git dan Github
Git dan GitHub adalah – Tentu tidak asing lagi bagi para developer program atau programmer tentang git dan github. Apakah itu suatu hal yang sama? Jika tidak apakah git dan github dapat terhubung dengan cara tertentu?
Mungkin sebagian dari anda bertanya-tanya tentang hal diatas. Sebelum kita bahas lebih dalam alangkah baiknya kita harus tahu dulu mengenai kontrol versi ( version control ), karena git dan GitHub adalah sebuah version control.
Kontrol versi ( Version Control )
Sistem kontrol versi merupakan sebuah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengelola perubahan kode sumber dari waktu ke waktu atau dapat mencatat history dari setiap perubahan yang dilakukan pada saat membuat program. Sistem kontrol versi ini membatu tim developer untuk bekerja lebih cepat dan cerdas. Sistem kontrol versi ini dapat memangkas waktu dalam proses pengembangan perangkat lunak dan penerapan yang sukes.
Version control atau sistem kontrol versi ini dapat melacak setiap modifikasi yang disimpan kedalam basis data khusus, jadi jika terjadi kesalahan dalam pengembangan programmer dapat membandingkan dengan kode sebelumnya untuk membantu memperbaiki baris program mana yang terjadi kesalahan.
Contohnya, jika kita sedang mengerjakan proyek program, dan selama proses revisi tiba-tiba menyadari bahwa ada kesalahan prosedur dan tidak selaras. Dengan sistem kontrol versi ini kita tidak usah khawatir karena mesti melakukan cek baris perbaris source code, menggunakan sistem kontrol ini kita dapat memuat ulang versi sebelumnya atau dapat melakukan roleback ke versi sebelumnya.
Apa itu Git
Git pertama kali dikenalkan pada tahun 2005, Git adalah sistem kontrol versi yang paling populer dan digunakan oleh berbagai proyek besar. Git dapat diinstall dan dikelola di lokal server dan mencatat secara lengkap mengenai versi program yang sedang berjalan. selain diinstall di lokal komputer, Git dapat digunakan di hosting atau server cloud dari berbagai penyedia layanan cloud server.
Jika dibandingkan dengan sistem kontrol lainnya, Git memiliki keunggulan karena responsif, user friendly dan gratis. Git version control, dirancang khusus dan yang benar-benar membedakan dengan kontrol versi yang lain adalah model percabangannya. Percabangan tersebut memungkinkan kita membuat cabang lokal independen dalam kode yang kita miliki. Hal ini, membantu kita untuk mencoba ide-ide baru, memisahkan cabang untuk pekerjaan produksi, melompat ke cabang sebelumnya, mudah untuk dihapus, menggabungkan, dan memanggil kembali cabang hanya dengan meng klik tombol.
Itulah beberapa informasi mengenai Git kontrol versi yang memiliki kualitas tinggi. Kemudian bagaimana dengan GitHub? Mari kita ulas…
Apa itu GitHub
GitHub adalah layanan cloud yang digunakan untuk menyimpan dan mengelola sebuah project yang dinamakan repository (repo git). Dan apa sebenarnya repositori Git itu?
Repo git adalah database online yang memungkinkan kita melacak dan membagikan proyek kontrol versi Git di luar komputer/server lokal. Tidak seperti Git, GitHub secara eksklusif berbasis cloud. Tidak seperti Git, GitHub adalah layanan nirlaba yang disediakan tanpa pungutan biaya alias gratis bagi kita yang ingin menggunakan layanan hosting repository yang ada. Dalam GitHub kita dapat membuat akun dan mengelola project kita secara bersama atau sendiri. GitHub saat ini menjadi pilihan yang populer untuk proyek sumber terbuka.
Selain menawarkan banyak fitur dan keunggulan yang dimiliki Git, GitHub juga menyajikan antar muka yang sangat intuitif dan presentasikan secara grafis dan memberi pemrogram kontrol bawaan dan alat menejemen tugas. Terdapat firut tambahan yang dapat diimplementasikan melalui layanan GitHub marketplace. Karena GitHub berbasis cloud, repo git dapat diakses darimana saja, oleh siapa saja yang memiliki akses asalkan terhubung ke internet.
Melalui GitHub ini, kita dapat berbagi kode program dengan orang lain, memberikan mereka akses untuk malakukan revisi atau perubahan di berbagai cabang Git kita. Hal ini memungkinkan kita untuk bekerja lebih mudah dan efisien dengan tim serta dapat berkoordinasi secara real-team. Saat perubahan dilakukan, cabang baru dibuat, memungkinkan tim yang terhubung dapat terus merevisi tanpa menimpa pekerjaan satu sama lain.
Selain GitHub, ada beberapa layanan repository git seperti GitLab, BitBucket dan SourceForge. Itu semua memiliki fitur yang hampir sama dengan GitHub.