Koordinat UTM (Universal Transverse Mercator)
Koordinat UTM adalah – Dalam melakukan pemetaan dan pengelolaan data spasial tentunya kita tidak terlepas dari yang namnya koordinat. Koordinat UTM atau Universal Transverse Mercator merupakan salah satu tipe koordinat dalam melakukan hal tersebut. Tipe koordinat ini digunakan untuk menetepkan koordinat ke lokasi di permukaan bumi. Seperti halnya metode lintang dan bujur, UTM ini merupakan representasi dari posisi horizontal yang berarti mengabaikan posisi vertical dan memposisikan bumi sebagai bidang ellipsoid atau sebagai bentuk lingkaran atau bola. Akan tetapi hal ini berbeda dengan garis lintang dan bujur global karena membagi bumi menjadi 60 zona. Dan memproyeksikan masing-masing ke bidang sebagai dasar koordinatnya Proyeksi dari spheroid ke zona UTM adalah beberapa parameterisasi proyeksi Mercator melintang. Parameter bervariasi menurut negara atau wilayah atau sistem pemetaan.
Baca Juga : CARA MEMBUAT PETA DENGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Koordinat UTM atau Universal Transverse Mercator – Di negara Indonesia yang terbagi kedalam 9 zona UTM. Setiap zona mempunyai lebar sebesar 6° membujur (longitude). Zona 1 dimulai dari 180° BB (Bujur Barat) sampai 174°BB dan lanjut ke arah timur hingga Zona 60 yang dimulai dari 174° BT (Bujur Timur) sampai dengan 180° BT.
Koordinat UTM Indonesia

Sumber : gispedia.com
Koordinat UTM Dunia
Sumber : wikimedia.org
Proyeksi Transverse Mercator
Agar lebih mudah dipahami bagai sistem UTM ini bekerja, kita harus memahami dasar proses proyeksi dalam pembuatan peta atau permukaan bumi atau Proyeksi Mercator. Sebagai ilustrasi silahkan lihat gambar dibawah ini :

Sumber : plus.maths.org
Pada gambar diatas tampak bola bumi yang diproyeksikan kedala bidang datar berbentuk silinder tegak. Melalui proyeksi tersebut akan tampak hanya wilayah khatulistiwa ( equator ) dan sekitarnya saja yang betul-betul menempel pada bidang proyeksi. Wilayah yang semakin jauh dari equator sudah pasti akan semakin mengalami distori bentuk jika digambarkan kedalam bentuk tersebut karena tidak menempel pada bidang proyeksi.
Akan tetapi manusia yang tinggal dibumi tidak hanya menempati sekitar equator saja akan tetapi tersebar hampir keseluruh bagian permukaan bumi. Atas hal tersebut maka pada proyeksi Mercator mengalami sedikit perubahan agar bisa mencakup wilayah bagian bumi yang lebih representative. Perubahan ini dibuat tidak berdiri tegak namun dibuat melintang atau lebih dikenal dengan Proyeksi Transerve Mercator. Seperti pada gambar dibawah ini.

Sumber : www.designingbuildings.co.uk