Bagaimana cara membuat identifikasi masalah – Dalam menulis penelitian seringkali kita merasa kesulitan dalam mendeskripsikan identifikasi masalah, padahal sebetulnya kita sudah mengetahui masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian yang akan ditulis. Nah, sekarang masalah yang anda hadapi adalah bagaimana anda dapat medeskripsikan dalam bahasa ilmiah. Dikutip dari dosenpintar.com identifikasi masalah adalah Identifikasi masalah adalah suatu proses yang paling penting dalam melakukan sebuah penelitian selain dari latar belakang dan juga perumusan masalah yang ada.
Bagaimana cara membuat identifikasi masalah – Kemudian bagaimana konsep identifikasi masalah ( problem identification ) adalah proses dan hasil pengenalan masalah atau inventarisasi masalah. Atau dengan kata lain adalah satu proses penelitian yang paling penting diantara proses yang lain. kualitas masalah yang dipecahkan akan menentukan pula kualitas penelitian kita. Masalah tersebut dapat ditemukan melalui observasi atau melakukan survey.
Baca juga : Bagaimana Membuat Latar Belakang Skripsi Dengan Benar
Secara umum, identifikasi masalah merupakan salah satu dari proses penelitian yang dapat dipahami sebagai suatu upaya untuk mendefinisikan suatu masalah yang ada dan membuat permsalahan tersebut dapat diukur dan diuji. Intinya, identifikasi masalah adalah suatu proses dimana kita dapat menentukan apa saja yang menjadi point penting dan dapat diselesaikan dengan metode tertentu.

Secara garis besar, identifikasi masalah terdiri dari tiga langkah yaitu :
- Menemukan masalah yang ada
- Mengidentifikasi sumber permasalahan
- Medefinisikan kalimat isu/kalimat permasalahan
Bagaimana cara membuat identifikasi masalah – Kemudian bagaimana cara membuat identifikasi masalah berikut bagian dari identifikasi masalah yang mesti ada :
- Identifikasi dengan jelas akar penyebab masalah
Kita harus dengan jelas menjelaskan akar penyebab masalah yang terjadi. Misalnya, membahas mengenai kelangkaan tahu dan tempe. Jadi, kita menjelaskan faktor-faktor yang menyebab kelangkaan tahu dan tempe tersebut seperti kelangkaan kedelai karena impor kedelai mengalami gangguan atau faktor lainnya.
- Mengembangkan Pernyataan Masalah Secara Rinci yang Mencakup Efek Masalah pada Suatu Fenomena
Setelah menjelaskan asal muasal permasalahan, kita harus mengembangkan impact yang yang timbul dari permasalahan tersebut. Dari contoh diatas, kamu harus menerangkan dampak dampak kelangkaan tahu dan tempe untuk kondisi social dan perekonomian dalam lingkup nasional. Jadi tak hanya sebatas menjelaskan penyebab masalah, identifikasi masalah pun berisi tentang dampak masalah terhadap suatu fenomena tertentu.
Hal hal yang dapat dijadikan sebagai sumber masalah adalah :
- Bacaan, dengan giat membaca dari berbagai sumber misalnya jurnal-jurnal penelitian. Biasanya penulis jurnal mencantumkan rekomendasi untuk menyempurnakan penelitian yang sudah dilakukan.
- Pertemuan ilmiah, masalah penelitian dapat dilakukan dengan kita melakukan pertemuan-pertemuan ilmiah, seperti seminar, konferensi dan sebagainya yang isinya membahas suatu hal tertentu.
- Pengamatan langsung (Observasi), ada banyak seorang peneliti melakukan pengamatan langsung. Pengamatan ini biasanya sudah direncanakan ataupun secara tidak sengaja. Kepekaan seorang peneliti dalam menemukan masalah sangat diperlukan.
- Wawancara dan angket, Teknik wawancara dapat membantu kita dalam menemukan permasalahan yang sedang terjadi secara faktual.
- Secara intuitif manusia dapat melahirkan suatu masalah. Terkadang dalam benak fikiran kita secara tidak disengaja menemukan masalah yang dapat diteliti.
- Experience is the best teacher, kalimat ini mungkin sering kita dengar. Akan tetapi pengalaman tidak selalu hal yang positif. Kita bisa mendapatkan informasi dari pengalaman orang lain yang dapat dijadikan masalah untuk diteliti.
Referensi :
www.raharja.ac.id