REPOSITORY LINUX DEKSTOP
Repository adalah
REPOSITORY LINUX – Mungkin sudah tidak asing lagi bagi pengguna linux. Nah, mungkin bagi anda yang baru mencoba menggunakan OS linux, belum mengerti tentang Pengertian Repository. Repository adalah sekumpulan paket-paket aplikasi atau program untuk sebuah sistem operasi (red : Linux) yang digunakan untuk menunjang kinerja dari sebuah aplikasi, program, dan sebagainya yang didapatkan dari Server Mirror website paket-paket tersebut. Bisa dibilang Repository ini adalah paket-paket khusus untuk sebuah sistem operasi yang kemudian paket-paket tersebut di instal untuk mendapatkan kinerja lebih baik dari sebuah sistem operasi.

1. Fungsi repository linux
- Sebagai penunjang kinerja dari sebuah sistem operasi, program, aplikasi dan sebagainya yang di dapat dari Server Mirror (penyedia File Repository), CD/DVD dan media penyimpanan lainnya.
- Dalam sebuah sistem operasi linux terdapat berbagai distro yang telah tersedia. Karena banyaknya distro yang bertebaran, karna itu dibuatkanlah yang namanya “repository”. sehingga paket-paket tersebut tidak tercampur dengan paket distro lain.
- installasi software atau aplikasi melalui sebuah media.
2. Memilih Repository Online Indonesia
Namun sebelum melakukan update mungkin sebagian dari kita ingin merubah repository ubuntu dari server utama ke server indonesia karena
3. Cara Setting Repository
Untuk dapat menggunakan repositori dari internet, ada hal yang dapat diperhatikan, yaitu lokasi erver repo Ubuntu. Semakin dekat dengan lokasi server, maka semakin cepat akses yang kita dapat. Karenanya pengguna dapat menyesuaikan server repo Indonesia yang terdekat dengan lokasi pengguna.
Langkah – langkahnya:
- Buka Ubuntu Software Center. Navigasi ke menu Edit – Software sources…
- Pada tab Ubuntu Software, pada bagian “Download from”, buka dropdown dan pilih “Other…”.
- Pilih server tercepat dengan dua cara, cara pertama dengan klik tombol “Select best server”dan cara kedua dengan memilih server secara manual.
- Menambah Repository
Jika ingin menambahkan server repository lain kedalam daftar repo yang sudah ada, silahkan
edit file /etc/apt/sources.list, jangan lupa BACK UP dulu !!!!
- Tekan Alt+F2, lalu ketik “gksu nautilus” tanpa kutip lalu enter. Masuk ke dalam folder /etc/apt, lalu backup file sources.list.
- Buka file sources.list hapus semua isinya, lalu masukkan daftar repo yang ingin ditambahkan. Save lalu close.
- Buka Terminal, lalu ketik “sudo apt-get update”. Biarkan proses update berjalan, pastikan tidak ada error.
- Repository PPA
Sama dengan langkah – langkah untuk setting repository, buka tab Other Software – Add, maka
akan muncul jendela baru dan masukkan ppa yang ingin ditambahkan kedalam daftar repository
lalu akhiri dengan menekan tombol “Add source”.
4. Duplikasi Repository Tersedia
Jika Anda ingin membuat salinan dari repositori Git yang sudah tersedia misalnya, dari sebuah proyek yang Anda ingin ikut berkontribusi di dalamnya perintah yang Anda butuhkan adalah git clone. Jika Anda sudah terbiasa dengan sistem VCS lainnya seperti Subversion, Anda akan tersadar bahwa perintahnya adalah clone dan bukan checkout. Ini adalah pembedaan yang penting Git menerima salinan dari hampir semua data yang server miliki. Setiap versi dari setiap berkas yang tercatat dalam sejarah dari proyek tersebut akan ditarik ketika Anda menjalankan git clone. Bahkan, ketika cakram di server Anda rusak, Anda masih dapat menggunakan hasil duplikasi di klien untuk mengembalikan server Anda ke keadaan tepat pada saat duplikasi dibuat (Anda mungkin kehilangan beberapa hooks atau sejenisnya yang sebelumnya telah ditata di sisi server, namun semua versi data sudah kembali seperti sediakala-lihat Bab 4 untuk lebih detil).
Anda menduplikasi sebuah repositori menggunakan perintah git clone [url]. Sebagai contoh, jika Anda ingin menduplikasi pustaka Git Ruby yang disebut Grit, Anda dapat melakukannya sebagai berikut:
$ git clone git://github.com/schacon/grit.git
Perintah ini akan membuat sebuah direktori yang dinamakan “grit”, menata awal sebuah direktori .git di dalamnya, menarik semua data dari repositori, dan checkout versi mutakhir dari salinan kerja. Jika Anda masuk ke dalam direktori grit tersebut, Anda akan melihat berkas-berkas proyek sudah ada di sana, siap untuk digunakan. Jika Anda ingin membuat duplikasi dari repositori tersebut ke direktori yang tidak dinamakan grit, Anda harus merumuskan namanya sebagai opsi di perintah di atas:
$ git clone git://github.com/schacon/grit.git mygrit
Perintah ini bekerja seperti perintah sebelumnya, namun direktori tujuannya akan diberi nama mygrit.
Git memiliki beberapa protokol transfer yang berbeda yang dapat digunakan. Pada contoh sebelumnya, kita menggunakan protokol git://, tetapi Anda juga dapat menggunakan http(s):// atau user@server:/path.git, yang akan menggunakan SSH sebagai protokol transfer. Bab 4 akan memperkenalkan Anda kepada semua opsi yang tersedia yang dapat ditata di sisi server untuk mengakses repositori Git Anda dan keuntungan dan kelebihan dari masing-masing protocol.
5. Memulai Repository di Direktori Tersedia
Jika Anda mulai memantau proyek yang sudah ada menggunakan Git, Anda perlu masuk ke direktori dari proyek tersebut dan mengetikkan
$ git init
Git akan membuat sebuah subdirektori baru bernama .git yang akan berisi semua berkas penting dari repositori Anda, yaitu kerangka repositori dari Git. Pada titik ini, belum ada apapun dari proyek Anda yang dipantau. (Lihat Bab 9 untuk informasi lebih lanjut mengenai berkas apa saja yang terdapat di dalam direktori .git yang baru saja kita buat.)
Jika Anda ingin mulai mengendalikan versi dari berkas tersedia (bukan direktori kosong), Anda lebih baik mulai memantau berkas tersebut dengan melakukan commit awal. Caranya adalah dengan beberapa perintah git add untuk merumuskan berkas yang ingin anda pantau, diikuti dengan sebuah commit:
$ git add *.c
$ git add README
$ git commit –m ‘versi awal proyek’
Kita akan membahas apa yang dilakukan perintah-perintah di atas sebentar lagi. Pada saat ini, Anda sudah memiliki sebuah repositori Git berisi file-file terpantau dan sebuah commit awal.
6. Cara Mengganti Repository di Ubuntu Semua Versi
Berbicara mengenai ubuntu yang merupakan salah satu distro populer linux pasti tidak lepas dari aktivitas dengan command line di terminal.
Pada contoh kali ini, saya akan menggunakan ubuntu dengan nomor versi 14.04 LTS yang memiliki kode nama Trusty Tahr. Untuk lebih jelasnya, silahkan anda ikuti langkah-langkah di bawah ini:
- Silahkan buka terminal dengan shortcut Ctrl + Alt + T.
- Pada terminal, ketikkan perintah berikut kemudian tekan Enter:
sudo gedit /etc/apt/sources.list
Anda akan diminta untuk memasukkan password, masukkan password root anda kemudian tekan Enter.
- Jendela teks editor Gedit akan muncul. Di sana anda bisa melihat baris-baris teks software repository default bawaan ubuntu.
- Untuk mengganti repository default ke repository lokal, yang perlu anda lakukkan hanya mengapus semua baris repository default dan menggantinya dengan baris repository lokal. Sebagai pilihan, berikut ini adalah daftar repository lokal untuk ubuntu 14.04. Untuk versi lainnya, silahkan menyesuaikan diri dengan mencari di internet.
Sumber : eyefishblog, privats.ru, teknolindro.blogspot.com
Baca Artikel lainnya di AMU Official