AMU OFFICIAL

Keutamaan hari arafah bagi umat islam

Share to

Mengulas keutamaan hari arafah

Dalam postingan ini, ijinkan penulis untuk sedikit mengulas mengenai tentang hari arafah yang kebetulan di Indonesia untuk tahun 1443 H yang bertepatan dengan 9 Juli 2022.

Arafah adalah hari kesembilan bulan Dzulhijjah, bulan ke-12 dan terakhir dalam kalender Islam. Itu terjadi pada hari kedua haji ke Mekkah.  Arafah adalah hari di mana Allah (SWT) menyempurnakan agama-Nya, menyempurnakan nikmat-Nya atas Nabi Muhammad (SAW), dan menyetujui Islam sebagai jalan hidup.

Pada hari arafah, semua jama’ah haji  melakukan ziarah ke bukit Arafah, berdiri dalam kewaspadaan kontemplatif, memanjatkan doa, mencari belas kasihan Tuhan atas dosa-dosa masa lalu mereka dan mendengarkan khotbah para ulama Islam.

Pada hari itu pula, jamaah haji semua melebur menjadi satu, menghilangkan semua perbedaan dunia, dan menghapus segala sisa-sisa kemusyrikan dan kesombongan. Mereka berkumpul dari segala penjuru dunia sebagai manifestasi diri sebagai hamba Allah yang taat. Mereka yang sudah memenuhi segala ketentuan haji berbondong-bondong untuk memulai ibadah haji pada hari tersebut, dan puncaknya bertepatan pada 10 Dzulhijah.

Hari Arafah adalah waktu bagi jemaah haji melaksanakan wukuf di Arafah, mulai dari terbenamnya matahari (waktu zhuhur) pada tanggal 9 Zulhijah sampai fajar terbit pada tanggal 10 Zulhijah. Bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan haji, disunahkan untuk melaksanakan Puasa Arafah saat tanggal 9 Zulhijah. Dalam sabda Nabi Muhammad saw, yang artinya: “Puasa hari Arafah itu menghapus dosa 2 tahun: 1 tahun yang lalu dan 1 tahun yang akan datang”.

Kenapa begitu penting hari arafah itu? Mari kita simak ulasannya.

 

Penamaan hari arafah

Dikutip dari jatim.nu.or.id, Hari Arafah merupakan hari kesembilan Dzulhijah. Sedangkan berkaitan dengan makna kata Arafah, ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan Arafah diambil dari kata i’tiraf (pengetahuan), karena pada hari Arafah umat Islam mengetahui dan membenarkan Al-Haqq (Allah) sebagai satu-satunya Dzat yang harus disembah, Allah merupakan Dzat Yang Agung.

Ada beberapa alasan baik dibalik panamaan hari arafah diantaranya yaitu :

Sumber : www.republika.co.id

Lokasi bukit arafah

Gunung Arafah adalah bukit granit yang berada sekitar 20 km (12 mi) tenggara Mekah di dataran Arafah. Gunung Arafah mencapai ketinggian sekitar 70 m (230 ft) dan dikenali sebagai “Gunung Kasih Sayang” (Jabal ar-Rahmah). Menurut ajaran Islam, bukit tersebut adalah tempat Nabi Muhammad saw. berdiri dan menyampaikan khutbah perpisahan nabi Muhammad kepada orang-orang Islam yang menemani dia untuk ibadah haji menuju akhir hayat dia.

Keutamaan hari arafah

Hari Arafah memiliki banyak sekali keutamaan. Di antaranya adalah:

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًا

Maknanya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan kaidah-kaidah (dasar-dasar) agamamu untukmu wahai umat Muhammad, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu” (QS al-Maidah: 3).

Hari Arafah adalah hari yang Allah SWT bersumpah dengannya. Allah SWT  bersumpah dengan apa yang ia kehendaki dari makhluk-Nya, dan Ia tidak bersumpah kecuali dengan sesuatu yang ada manfaatnya. Allah ta’ala bersumpah dalam firman-Nya:

وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍ

Maknanya: “Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan” (QS al-Buruj: 3).

At-Tirmidzi dan lainnya meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Yang dimaksud hari yang disaksikan adalah hari Arafah, dan hari yang menyaksikan adalah hari Jumat” (HR at Tirmidzi).

Allah ta’ala juga bersumpah dalam firman-Nya:

وَالْفَجْرِ، وَلَيَالٍ عَشْر، وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ

Maknanya: “Demi waktu fajar. Demi sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Demi hari raya qurban dan demi hari arafah” (QS al-Fajr: 1-3)

Hari Arafah adalah satu di antara hari-hari pada empat bulan haram atau empat bulan yang dimuliakan. Empat bulan yang dimuliakan itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Maknanya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang diagungkan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab)” (QS at-Taubah: 36).

Hari Arafah adalah hari raya bagi orang-orang yang melakukan wukuf sebagaimana disabdakan oleh baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

إنَّ يومَ عرفةَ ويومَ النَّحرِ وأيَّامَ التَّشريقِ عيدُنا أَهْلَ الإسلامِ

Maknanya: “Sesungguhnya hari Arafah, hari raya kurban dan hari-hari tasyriq adalah hari raya kita, umat Islam” (HR at Tirmidzi dan lainnya)

Hari Arafah adalah hari yang Allah mengampuni di dalamnya dosa dan membebaskan dari neraka orang-orang yang Ia kehendaki. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ ‏‏عَرَفَةَ

Maknanya: “Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba dari neraka sebanyak yang Ia bebaskan pada hari arafah” (HR Muslim).

Hari Arafah adalah sebab terampuninya dosa-dosa dua tahun. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya” (HR Muslim).

Puasa Arafah disunnahkan bagi orang yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sedangkan orang yang sedang menunaikan ibadah haji, tidak disunnahkan baginya berpuasa. Karena haji adalah ibadah fisik, bisa jadi puasa akan menyebabkan lemahnya fisik.

Sumber :
islam.nu.or.id
jatim.nu.or.id
www.republika.co.id
www.merdeka.com
wikimedia.org

Baca Juga artikel lainnya di :  AMU Official

Exit mobile version