AMU OFFICIAL

Banjir Melanda’ Kita Berduka – Apa saja faktor-faktor penyebab banjir?

Share to

Assalamualaikum wr.wb…

Pagi ini status di medsos dipenuhi dengan berita banjir, baik itu banjir air sungai maupun banjir air mata :'( … saya jadi ingat penggalan lagu ebit G ade,

“Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga
dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan
Bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada
Rumput yang bergoyang”

Banjir merupakan bancana alam yang kerap kali terjadi di sebagian wilayah di indonesia, berbagai cara dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah sudah dilakukan. Terdapat beberapa faktor penyebab banjir itu sendiri diantaranya yaitu :
1. Berkurangnya tutupan pohon
2. Cuaca Ekstrem
3. Kondisi Topografis

Berikut ini penjelasan singkatnya:

1. Berkurangnya tutupan pohon

Perlu kita ketahui, tutupan pohon memiliki peranan penting dalam menjaga hidrologis suatu DAS (Daerah Aliran Sungai). Fungsi dari tutupan pohon tersebut adalah menyerap air. Akar pohon yang mampu membuat air lebih mudah diserap kedalam tanah sangat membantu dalam menurunkan debit air yang ada. Karena berkurangnya tutupan pohon maka hidrologis akan terganggu keseimbangannya. Akibatnya, air hujan akan sulit diresap tanah dan lebih banyak aliran air di permukaan tanah.

2. Cuaca Ekstrem

Salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di Indonesia adalah cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem juga disebab kan fenomena Osilasi Madden-Julian (OMJ), yaitu fenomena alam yang secara ilmiah mampu meningkatkan suplai massa udara basah yang mampu menyebabkan tingginya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan Indonesia saat ini masih dalam kondisi puncak musim hujan. Hal ini menyebabkan potensi hujan yang turun bersifat ekstrem karena dua faktor, yakni curah hujan tinggi dan curah hujan berlangsung lama.

3. Kondisi Topografis

Secara topografi Indonesia merupakan faktor lain penyebab terjadinya bencana banjir di Indonesia, wilayah topografi atau kemiringan lereng dapat mempercepat aliran air dari suatu dataran tinggi ke dataran rendah. Semakin curam lereng tersebut maka dapat memperparah daya rusak akibat banjir bandang. Kondisi topografis yang didominasi kecuraman lereng akan berakibat terbentuknya bendung alami.

Bendung alami terjadi karena adanya longsoran pada celah sempit di antara dua bukit yang menghambat aliran air sehingga air tertahan sampai pada batas volume tertentu. Saat bendung alami tidak kuat lagi menahan volume air yang ada, maka air akan dilepaskan dengna membawa material ayng dilewatinya seperti tanah, pepohonan dan bebatuan.

 

Apa saja langkah-langkah yang dapat kita lakukan dalam menghadapi banjir? Mari kita simak infografik berikut ini:

 

Sumber :

Kompas.com Metro tempo IndonesiaSafateyCenter

 

 

 

Exit mobile version