Mockup aplikasi adalah representasi visual dari desain aplikasi yang menunjukkan tampilan dan tata letak (layout) seperti yang akan muncul di versi akhirnya. Mockup biasanya dibuat setelah wireframe (sketsa kasar), tetapi sebelum aplikasi benar-benar dikodekan. Mockup memberikan gambaran lebih detail tentang elemen visual, seperti warna, ikon, gambar, font, dan gaya antarmuka pengguna, sehingga bisa memberikan bayangan bagaimana aplikasi tersebut akan terlihat dan berfungsi.

Berikut adalah tahapan-tahapan dalam membuat project mockup aplikasi:
1. Menentukan Tujuan dan Sasaran Aplikasi
Langkah: Tentukan terlebih dahulu tujuan utama aplikasi yang ingin dibuat, masalah yang diselesaikan, dan siapa target penggunanya.
Contoh: Jika aplikasi bertujuan memudahkan pengguna dalam memesan makanan secara online, maka tujuannya adalah mempercepat proses pemesanan dan target penggunanya adalah pelanggan restoran.
2. Mengumpulkan Kebutuhan Aplikasi
Langkah: Diskusikan dan kumpulkan semua kebutuhan atau fitur yang diinginkan untuk aplikasi tersebut. Kebutuhan ini bisa mencakup kebutuhan bisnis dan kebutuhan teknis.
Contoh: Fitur login, fitur pencarian, keranjang belanja, checkout, dan pembayaran.
3. Membuat Flowchart atau User Flow
Langkah: Buatlah alur penggunaan aplikasi (user flow) untuk memahami bagaimana pengguna akan berinteraksi dengan aplikasi. Flowchart ini membantu dalam memetakan setiap langkah dari satu layar ke layar lainnya.
Contoh: Dari layar login ke dashboard, lalu ke layar pemesanan, kemudian ke pembayaran.
4. Membuat Wireframe
Langkah: Wireframe adalah kerangka dasar dari tampilan aplikasi. Fokus utamanya adalah tata letak (layout) dan bagaimana konten akan disusun tanpa terlalu fokus pada estetika.
Tools yang bisa digunakan: Figma, Balsamiq, Adobe XD.
Contoh: Gambar kasar mengenai posisi tombol, kolom input, dan navigasi di setiap layar aplikasi.
5. Mendesain Mockup Visual
Langkah: Mockup adalah representasi visual dari aplikasi yang mencakup warna, ikon, tipografi, dan elemen grafis lainnya. Mockup biasanya sudah mendekati tampilan aplikasi yang sesungguhnya.
Tools yang bisa digunakan: Figma, Adobe XD, Sketch.
Contoh: Warna tombol “Pesan Sekarang” berwarna hijau, dengan tipografi tertentu dan ikon yang mendukung.
6. Membuat Prototype Interaktif
Langkah: Pada tahap ini, mockup dirancang menjadi prototipe interaktif yang memungkinkan pengguna untuk mencoba alur aplikasi tanpa benar-benar mengkodekannya.
Tools yang bisa digunakan: InVision, Figma (Prototype Mode), MarvelApp.
Contoh: Pengguna bisa mengklik tombol pada prototipe untuk melihat transisi dari satu layar ke layar lainnya.
7. Pengujian Pengguna (User Testing)
Langkah: Uji prototipe dengan calon pengguna untuk mendapatkan masukan terkait desain, tata letak, dan navigasi. Catat saran yang bisa diimplementasikan untuk perbaikan.
Contoh: Menguji apakah alur pemesanan makanan sudah mudah dipahami oleh pengguna.
8. Refinement (Perbaikan) Mockup
Langkah: Berdasarkan hasil pengujian pengguna, lakukan perbaikan pada mockup untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan.
Contoh: Mengubah warna tombol atau memperbaiki penempatan navigasi sesuai masukan pengguna.
9. Finalisasi Mockup
Langkah: Setelah perbaikan selesai, lakukan finalisasi mockup. Ini akan menjadi acuan utama bagi tim pengembang dalam membangun aplikasi.
Contoh: Semua elemen desain sudah diperiksa dan disetujui untuk diimplementasikan ke dalam aplikasi.
10. Handover ke Tim Developer
Langkah: Kirimkan mockup final, flowchart, dan spesifikasi desain lainnya kepada tim pengembang. Pastikan ada komunikasi yang baik antara desainer dan pengembang untuk memahami bagaimana elemen UI/UX akan diimplementasikan.
Tools yang bisa digunakan: Zeplin, Figma (Export Feature).
Setiap tahap bisa memakan waktu tergantung pada kompleksitas aplikasi dan kebutuhan revisi. Pastikan proses desain mockup melibatkan tim produk, tim pengembang, dan calon pengguna agar hasilnya optimal.
Artikel lainnya di amuofficial.net