AMU OFFICIAL

Sejarah dan Perkembangan Sistem Operasi

Share to

Pengertian Sistem Operasi

Sistem Operasi adalah seperangkat sistem yang bertugas melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras (hardware) serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk juga menjalankan perangkat lunak (software), pengolahan kata, dan pemutar musik.

Pada sebuah alat teknologi, sistem operasi berfungsi untuk melakukan penjadwalan sistematis seperti penghematan sumberadya, pemrosesan data, penggunaan memori, dan penyimpanan data.

Aplikasi pada ponsel pintar seperti Facebook, Line, Twitter, dapat digunakan karena adanya sistem operasi yang bergerak sebagai perantara antara aplikasi dan ponsel yang Anda miliki.

 

Sejarah dan Perkembangan Sistem Operasi

Menurut Tanenbaum, sistem operasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, dengan pembagiannya ke dalam empat generasi:

Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik. Keterbatasan manusia untuk menghitung dan berbuat ceroboh, menjadi alasan utama yang mendorong perubahan sistem komputasi.

Pada generasi ini belum ada sistem operasi, jadi sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.

Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu sistem operasi yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.

Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah FMS dan IBSYS.

Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara online ke komputer, maka sistem operasi menjadi multi-user (digunakan oleh banyak pengguna sekaligus) dan multi-programming (melayani banyak program sekaligus).

Sistem operasi pada masa ini banyak digunakan untuk jaringan komputer dengan kesadaran pemakainya pada keberadaan komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lainnya.

Pada masa ini para pengguna juga sudah bisa menikmati Graphical User Interface yaitu komputer antarmuka berbasis grafis.

 

Jenis dan Contoh Sistem Operasi

  1. Microsoft Windows

Sistem operasi Windows dirilis oleh perusahaan Microsoft pada tahun 1990. Saat itu seri yang dirilis adalah Windows 3.0 sebagai kelanjutan dari seri Windows 1.0 dan 2.0 yang telah diciptakan sebelumnya. Sistem operasi Windows 3.0 sendiri berbasis GUI (Graphical User Interface).

Microsoft terus memperbarui dan mengembangkan sistem operasi windows dan merilis beberapa generasi lanjutan, seperti Windows 97, Windows 98, windows ME, Windows 2000 Server, Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Windows 8, dan Versi terbaru windows 10.

  1. IBM OS / 2

Sistem operasi IBM OS/2 merupakan sistem yang dikembangkan oleh International Bussiness Machine (IBM) Corporation dan Microsoft Corporation. Pemakaian sistem operasi pada komputer IBM ini, dimaksudkan sebagai pengganti Sistem Operasi DOS.

OS/2 sendiri adalah singkatan dari Operating System/2. Perancangan sistem operasi OS/2, memungkinkan penggunanya memaksimalkan Mikroprosessor Intel 80286 dan modus terproteksi (Protected Mode). Kemampuan tersebut membuat sistem operasi mampu menjalankan tugas secara bersamaan (simultan), serta mendukung memori virtual dengan tetap mempertahankan kompatibilitas dengan banyak perangkat lunak MS-DOS.

  1. UNIX

Sistem operasi UNIX banyak digunakan pada komputer besar seperti superkomputer atau mainframe. Superkomputer adalah komputer yang digunakan pada perusahaan besar, seperti Badan Pertahanan Amerika, perusahaan pembuat pesawat terbang, dan lain-lain.

UNIX merupakan sistem operasi yang ditulis dalam bahasa C sehingga punya kemiripan dengan DOS, yaitu Line/Text Command Based. Sistem operasi UNIX lebih secure dibanding dengan sistem operasi lain karena setiap file, direktori, user dan group memiliki seperangkat izin tersendiri untuk diakses.

UNIX juga dapat melakukan pengelolaan data dengan jumlah yang sangat besar karena dilengkapi processor yang sangat cepat dan memori yang sangat besar.

  1. Linux

Sistem operasi Linux dikembangkan oleh Linus Benedict Torvalds, kebangsaan Finlandia. Linux merupakan sistem operasi open source yang bisa dikembangkan oleh siapapun.

Linux merupakan turunan dari MINIX (Salah satu varian UNIX), yang peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU. Linux menggunakan Kernel Monilitik yaitu Kernel Linux yang menangani proses kontrol, jaringan, periferal, dan pengaksesan sistem berkas.

Linux dapat dikendalikan oleh satu atau lebih antarmuka baris perintah (Command Line Interface/CLI) berbasis teks, antarmuka pengguna grafis (Graphical User Interface/GUI) yang merupakan konfigurasi bawaan untuk versi dektop.

  1. Macintosh

Sistem operasi komputer Macintosh dibuat oleh Apple Computer khusus untuk komputer MacIntosh dan tidak kompatibel dengan PC berbasis IBM. MAC OS merupakan sistem operasi pertama yang menggunakan antarmuka pengguna grafis (Graphical User Interface/GUI).

Diperkenalkan pada tahun 1984, sistem operasi MAC telah memiliki kompatibilitas dengan arsitektur PowerPC maupun x86, sejak tahun 2002. Pada MAC klasik, command line (baris perintah) tidak tersedia secara sembarangan dan menggunakan cooperative multitasking secara menyeluruh.

Sementara, MAC OS X telah memasukkan unsur-unsur BSD Unix dan One Step. Memori yang dimiliki pun sudah menyerupai UNIX dan Pre-Emptive Multitasking.

 

Setiap Sistem Operasi mempunyai kelebihan dan kekuranganya sendiri sendiri, tapi dari Sisten Operasi yang ada yang paling banyak penggunanya adalah Sistem Operasi Linux dan Windows.

 

Sumber Terkait :

http://maulitamys.blogspot.com/2018/03/perbedaan-kelebihan-dan-kekurangan.html

https://www.lizarifan.id/2018/02/perbedaan-open-source-dan-closed-source.html

https://www.belajar-komputer-mu.com/2012/02/pengertian-sistem-operasi-komputer-operating-system.html

Exit mobile version